Butterfly, atau setiap harinya kita sebut dengan panggilan sayang kita, “kupu kupu” adalah sebuah jenis hewan serangga yang dianugerahi keindahan oleh Pencipta nya.

Dalam mencapai tahap keindahannya, kupu kupu mengalami 4 fase dalam kehidupannya.
Fase pertama adalah fase telur. Telur pada kupu kupu menempel pada dedaunan. Setiap spesies kupu kupu mempunyai kesukaan tersendiri dengan hanya beberapa jenis tanaman yang akan dihinggapi telurnya. Bahkan ada beberapa spesies kupu kupu yang hanya mau meletakkan telurnya di satu jenis tumbuhan.
Fase berikutnya adalah fase larva yang biasa disebut catterpilars. Menurut om wiki, catterpilars itu adalah sebuah mesin pemakan dimana dia memakan dedaunan dan menghabiskannya sepanjang waktu dalam mencari makanan. Dalam fase ini pula lah sayap kupu kupu mulai tumbuh.

Fase selanjutnya, disebut fase Pupa atau biasa disebut Chrysalis. Dalam fase ini, kita tidak akan menyangka bahwa dia sebentar lagi akan bermetamorfosa menjadi suatu bentuk yang mempunyai komposisi warna sangat indah.

Fase selanjutnya, fase dewasa. Dalam fase inilah kupu kupu  berbentuk seperti kupu kupu yang biasa kita lihat.

Pahala Kencana, sebuah perusahaan otobus, terinspirasi dengan binatang cantik ini. Bus yang identik dengan kemaskulinan, mendapat sedikit sentuhan kelembutan dan keindahan dengan hadirnya si cantik kupu kupu ini dalam beberapa livery yang disajikan Pahala Kencana dalam armada busnya.

Livery pertama yang menggunakan gambar kupu kupu di dalamnya beredar mulai sekitar tahun 2003 dengan warna dasar putih. Saya biasa menyebutnya white butterfly. Kupu kupu yang dihadirkan disini hanya berupa goresan dengan tidak meninggalkan esensi keindahan dari kupu kupu.

... and i wanna fly like a butterfly ...

... and i wanna fly like a butterfly ...

Livery berikutnya terukir pada saat PO ini menggunakan produk Karoseri Laksana sebagai body busnya. Komposisi warna dasar diubah menjadi biru dan menampilkan kupu kupu dalam bentuk yang lebih nyata.

Livery paling baru yang memuat kupu kupu di dalamnya, menampilkan kupu kupu dengan detail grafis yang lebih rumit. Warna dasar tetap biru namun tidak sama dengan livery sebelumnya. Livery ini menurut penuturan rekan rekan di lapangan, hanya terdapat pada 3 unit bus Pahala Kencana. Suatu keberuntungan sekaligus kesedihan bagi saya ketika bertemu dengan 2 dari 3 “spesies” langka tersebut. Keberuntungannya yakni saya bisa mengelus wajah cantik sang kupu kupu tetapi sedihnya, saya belum ada alokasi dana untuk mempunyai sebuah kamera. Keberuntungan berikutnya datang ketika rekan saya, Awan, mengabadikan salah satu spesies langka tersebut di sebuah terminal di ibukota.

Sungguh damai di dalam hati ini ketika melihat sang kupu kupu meliuk melewati tikungan tikungan di jalur pantura. Sungguh tentram di dalam jiwa ketika melihat sang kupu kupu mengalun anggun melalui setiap pasang mata yang memandangnya dengan takjub.

Betapa sang kupu kupu telah memberikan kesejukan di tengah hitam dan pekatnya asap yang keluar dari apapun yang dilewatinya. Betapa sang kupu kupu memberikan titik keindahan di antara padatnya angkutan kargo yang memadati jalan.

I love butterfly,
and I love PAHALA KENCANA