Mirza Amran Halim

Just Me, Nothing More

Archive for the ‘Just Write’ Category

Gak perlu mudik

(more…)

Limit

(more…)

  • 2 Comments
  • Filed under: Just Write
  • Aku dan Kuliahku

    (more…)

    Butterfly

    Butterfly, atau setiap harinya kita sebut dengan panggilan sayang kita, “kupu kupu” adalah sebuah jenis hewan serangga yang dianugerahi keindahan oleh Pencipta nya. (more…)

    Menyerah

    akhirnya kata itu terlontar
    bukan dari mulutku
    karena mulutku penuh dengan bau tak sedap
    bukan pula dari otakku
    karena otakku penuh berisi keegoisan

    ya, kata itu terlontar dari hati
    hati yang selama ini sudah mati
    sudah terpatri pasti

    setelah penantian panjang
    setelah pendakian terjal
    setelah aku sempat tergelincir sampai ke tepi jurang

    aku sungguh berupaya
    menjauhkan diriku dari jurang itu
    aku tau jurang itu sungguh akan menjauhkanku dengan puncak yang kudaki

    kucari akar
    kucari batu
    kucari tempat berkait

    tiada yang sanggup menolongku
    tiada kutemui sesuatu yang bisa kugenggam
    aku semakin tergelincir

    harus kurelakan semua itu
    harus kubiarkan diriku jatuh ke jurang itu
    harus kulupakan semua impian itu
    impian tentang hidup tenang, damai di puncak yang kudaki selama ini

    air mata ini selalu menjadi teman setia dalam pendakian ini
    air mata ini selalu datang dan pergi

    tapi ini lain

    air mata saat ini adalah air mata keterpurukan
    air mata seorang pengecut yang hanya bisa pasrah
    air mata seorang pecundang yang berucap kata menyerah

    ada suatu masa dimana sebelah tanganku menyentuh puncak itu
    masa yang melancarkan aliran darahku
    masa yang membuatku tersenyum

    ada suatu masa dimana tangan itu terlepas
    aku rapuh, tapi aku sadar, aku pernah disana
    dan aku akan tinggal disana suatu hari nanti

    kau pernah jadi impianku
    bayangmu pernah menemani hari hariku disaat dunia tak mempedulikanku
    suaramu pernah menjadi lagu seakan datang dari surga
    wajahmu pernah menjadi oase yang membasahiku di tengah kekeringan

    tapi kini
    ku hanya bisa berucap kata kata seorang pecundang

    aku menyerah
    aku mundur
    aku tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan ini …
    biarlah sakit ini aku rasakan sendiri
    biarlah air mata ini kering sendiri
    aku tak berharap kau mengerti
    aku tak berharap kau memahami

    ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
    meski ku tunggu hingga ujung waktuku
    dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya

    dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
    tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
    dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

    untuk kamu, capricornku
    6 tahun pendakian, dan aku terjun bebas saat ini