<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Mirza Amran Halim</title>
	<atom:link href="http://mirza.amran-halim.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mirza.amran-halim.org</link>
	<description>Just Me, Nothing More</description>
	<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 08:45:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Gak perlu mudik</title>
		<link>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/gak-perlu-mudik/</link>
		<comments>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/gak-perlu-mudik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 08:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mirza Amran Halim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily]]></category>

		<category><![CDATA[Just Write]]></category>

		<category><![CDATA[bus &amp; bismania]]></category>

		<category><![CDATA[bus]]></category>

		<category><![CDATA[lebaran]]></category>

		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<category><![CDATA[pahala kencana]]></category>

		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mirza.amran-halim.org/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[

Mudik bagi sebagian orang adalah suatu kewajiban rutin pada setiap hari raya. Pada saat menjelang hari raya Idul Fitri setiap tahunnya, mudik dan segala persiapannya adalah suatu rutinitas yang terjadi setiap tahun. Semua infrastruktur pun dipersiapkan untuk agenda ini. Jalan raya diaspal halus mulus tak berjerawat. Angkutan penyeberangan masuk dok sebulan sebelumnya. Pesawat mulai di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="butterfly ..." src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/wew-1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><span id="more-62"></span></p>
<p>Mudik bagi sebagian orang adalah suatu kewajiban rutin pada setiap hari raya. Pada saat menjelang hari raya Idul Fitri setiap tahunnya, mudik dan segala persiapannya adalah suatu rutinitas yang terjadi setiap tahun. Semua infrastruktur pun dipersiapkan untuk agenda ini. Jalan raya diaspal halus mulus tak berjerawat. Angkutan penyeberangan masuk dok sebulan sebelumnya. Pesawat mulai di cek, ntah apapun itu namanya. Yang gaib juga mungkin dipersiapkan oleh yang berhak.</p>
<p>Mudik bagi sebagian kalangan adalah sebuah kesempatan untuk refreshing, jalan - jalan, piknik, travelling, atau apa saja sebutannya. Namun bagi beberapa kalangan, mudik adalah suatu penderitaan. Betapa tidak, mungkin penghasilan selama satu tahun yang dicari dengan banting tulang dan mandi keringat akan dihabiskan dalam waktu yang singkat di kampung halaman.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya menjadi &#8220;apakah mudik itu perlu?&#8221;</p>
<p>Mudik itu sebenarnya tidak perlu dan merupakan kegiatan yang amat sangat sia sia, jika :</p>
<ol>
<li>Tidak ada keinginan untuk berdesak desakan dalam perjalanan maupun hal - hal yang berkaitan dengan itu. Membeli tiket, berdesak desakan di tempat pemberangkatan, maupun di jalan, bagi sebagian orang adalah penderitaan. Kalau tidak ada keinginan yang kuat untuk melewati itu semua, Anda tidak perlu mudik.</li>
<li>Tidak ada kemauan untuk datang ke acara reuni, silaturahmi keluarga, atau apapun kegiatan di luar rumah, bahkan shalat ied pun pengennya di rumah, dengan alasan PANAS. Kalau Anda adalah orang orang seperti ini, mendingan tetap di kota, tidak perlu mudik.</li>
<li>Tidak ada kemauan untuk mentraktir walau hanya sekedar es teh kepada teman lama yang lebih tidak berada dibanding Anda. Tidak ada gunanya pamer baju baru, pamer mobil, atau bahkan pamer istri baru yang lebih bohai dari istri sebelumnya, apabila mentraktir es teh saja harus dihitung terlebih dahulu untung dan ruginya.</li>
</ol>
<p>Karena alasan - alasan tersebut di atas, saya memutuskan untuk mudik. Saya pulang ke kota pensiunan pada tanggal 25 September 2008 sore hari dan Insya Allah sampai di rumah pada esok paginya. Saya pulang dengan menaiki kendaraan favorit saya.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Pahala Kencana" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/pkblog.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Bagaimana dengan Anda, apakah ada niatan untuk mudik tahun ini ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/gak-perlu-mudik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Legenda Hidup Jalur Pantura</title>
		<link>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/legenda-hidup-jalur-pantura/</link>
		<comments>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/legenda-hidup-jalur-pantura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 08:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mirza Amran Halim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bus &amp; bismania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mirza.amran-halim.org/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia transportasi darat, dengan persaingan yang begitu ketat, ada banyak perusahaan yang berkecimpung di dalamnya. Banyak yang datang, banyak juga yang pergi. Di saat transportasi bus booming, banyak yang ikut &#8220;bermain&#8221;. Di lain waktu ketika moda transportasi yang lain sedang trend, banyak juga yang bangkrut.

Ada 3 perusahaan yang menurut saya adalah Legenda Hidup Jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dunia transportasi darat, dengan persaingan yang begitu ketat, ada banyak perusahaan yang berkecimpung di dalamnya. Banyak yang datang, banyak juga yang pergi. Di saat transportasi bus booming, banyak yang ikut &#8220;bermain&#8221;. Di lain waktu ketika moda transportasi yang lain sedang trend, banyak juga yang bangkrut.</p>
<p><span id="more-60"></span></p>
<p>Ada 3 perusahaan yang menurut saya adalah <strong>Legenda Hidup Jalur Pantura</strong>. Mengapa saya sebut demikian ? Karena hanya 3 perusahaan itulah yang sudah terbukti dan teruji selama puluhan tahun. Dan mereka adalah &#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" title="trio" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/trio.jpg" alt="" width="600" height="186" /></p>
<p><strong>LORENA GROUP</strong></p>
<p><img class="aligncenter" title="lorena" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/Lorena-MB-OF-1113-1.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><strong>PAHALA KENCANA</strong></p>
<p><img class="aligncenter" title="PK" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/Pahala-Kencana.jpg" alt="" width="400" height="266" /></p>
<p><strong>Kramat djati</strong></p>
<p><img class="aligncenter" title="KD" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/IMG-1224.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/legenda-hidup-jalur-pantura/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Apa dengan MUJI JAYA ??? sebuah komplain dari penumpang</title>
		<link>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/ada-apa-dengan-muji-jaya-sebuah-komplain-dari-penumpang/</link>
		<comments>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/ada-apa-dengan-muji-jaya-sebuah-komplain-dari-penumpang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 22:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mirza Amran Halim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[bus &amp; bismania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mirza.amran-halim.org/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[

Sebuah kisah tentang kekecewaan seorang teman
Kisah ini berawal pada hari Jumat, 5 September 2008, via YM
dia (9/5/2008 1:06:08 PM): hai
dia (9/5/2008 1:06:08 PM): i sent u a message, but seems pending
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:06:16 PM): hmmm
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:06:20 PM): to my simpati ?
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:06:26 PM): i&#8217;ll check it later
dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="muji" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/IMG-1998.jpg" alt="" width="350" height="263" /></p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<p>Sebuah kisah tentang kekecewaan seorang teman</p>
<p>Kisah ini berawal pada hari Jumat, 5 September 2008, via YM</p>
<p><span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:06:08 PM): hai<br />
dia (9/5/2008 1:06:08 PM): i sent u a message, but seems pending</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:06:16 PM): hmmm<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:06:20 PM): to my simpati ?<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:06:26 PM): i&#8217;ll check it later</span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:09:14 PM): ga sih tadi aku nanya bisa apa yg oke selain pahala?<br />
dia (9/5/2008 1:09:15 PM): akhirnya aku dapetnya gajah asri. is it good?</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:09:27 PM): hmmm<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:09:33 PM): not recommended sih<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:09:36 PM): pahala abis ?<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:09:58 PM): nusantara ?<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:10:01 PM): lorena ?</span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:11:24 PM): knapa?<br />
dia (9/5/2008 1:11:24 PM): aku biasanya naik dari lebak bulus<br />
dia (9/5/2008 1:11:24 PM): karena bawa barang banya<br />
dia (9/5/2008 1:11:24 PM): k<br />
dia (9/5/2008 1:11:24 PM): jadi lewat agen paling deket<br />
dia (9/5/2008 1:11:24 PM): nah disitu pilihannya terbatas<br />
dia (9/5/2008 1:11:24 PM): ga da pahala<br />
dia (9/5/2008 1:11:33 PM): nusantara</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:11:43 PM): hmmm</span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:11:45 PM): tahun kemaren aku pernah pake ******* <span style="color: #0000ff;"><em>(sebuah PO dari kampung halaman kami)</em></span><br />
dia (9/5/2008 1:11:45 PM): euwwww<br />
dia (9/5/2008 1:11:45 PM): ngaco abis crew nya</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:11:57 PM): barangnya ga bisa dipaketin ?</span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:12:41 PM): bisa sih cuman dua kardua 2 travel bag<br />
dia (9/5/2008 1:12:41 PM): doang<br />
dia (9/5/2008 1:12:42 PM): mending bawa sendiri skalian</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:12:59 PM): barang segitu mah minta anter temen ke LB ajah</span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:13:36 PM): repotin<br />
dia (9/5/2008 1:13:36 PM): dong</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:13:41 PM): yah<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:13:49 PM): sekali2 aja<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:13:50 PM): <img src='http://mirza.amran-halim.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:14:36 PM): dah terlanjur beli tiket<br />
dia (9/5/2008 1:14:36 PM): tado</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:14:42 PM): owh<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:14:44 PM): ya udah<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:14:46 PM): ati2 aja di jalan<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:14:49 PM): kapan balik siy ?<br />
Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:14:54 PM): ke smg dulu apa langsung ke pati ?</span><br />
<span style="color: #ff0000;">dia (9/5/2008 1:15:47 PM): tadi<br />
dia (9/5/2008 1:15:47 PM): minggu<br />
dia (9/5/2008 1:15:53 PM): pati</span><br />
<span style="color: #0000ff;">Mirza Amran Halim (9/5/2008 1:16:07 PM): owh</span></p>
<p>Owh ,,, oke lah kalo dia terlanjur beli gajah asri, feeling saya udah lumayan ga bagus nih. Pas malemnya saya telpon, di deket agen gajah asri (pal bogor, wherever is it) ternyata ada agen muji jaya juga &#8230; &#8220;<span style="color: #0000ff;">jah, mendingan naek muji deh daripada gajah</span>&#8221; &#8230; I said that to her &#8230;</p>
<p>Hari pun berlalu &#8230;<br />
Alkisah, Sesuai dengan hari dan jam keberangkatan, sang gebetan ini pun berangkat dengan senyum khasnya ke agen &#8230; kemudian ada sms yang saya terima</p>
<p>transkrip sms dan telepon semaleman, format timestamp sengaja saya samakan dengan archive YM di atas &#8230; ini bukti otentik dan kejadian real, saksi korban masih ada, dan semua sms dan arsip YM masih saya simpan, ada rencana saya print juga</p>
<p><span style="color: #ff0000;">dia (9/7/2008 15:35:33) : Tau ga sih aku akhirnya naik muji jaya, soalnya ditinggal??? Aneh banget ga sih, alasanny ada bag.(ket: pertamanya saya bingung, ini singkatan dari &#8220;bagian&#8221; atau &#8220;bagasi, tapi kemudian saya ambil kesimpulan kalo yang dimaksudkan adalah bagian&#8221;)bisnya yg panas,jd mrk ga bs nunggu.pdhl jdwalny jam 15.30,aku dtg 15 mnt sblmnya.</span></p>
<p>Nah loh, firasat saya rada kebukti &#8230; tapi kok firasat buruk saya ga ilang juga &#8230; ?</p>
<p>Karna jam segitu HP saya lagi mati, ternyata bukan dia aja yang marah2 gara2 HP saya pingsan, ASUWIN jatim juga mesoh2 via YM, piss win &#8230; <img src='http://mirza.amran-halim.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> jadinya saya balesnya pas lagi buka puasa<br />
<span style="color: #0000ff;"><br />
sayah (9/7/2008 19:20:09) : Hah? Trus dpt ganti uang tiket ga? Enak g naek muji? Udh nyampe mana? Buka puasa di jalan ap di rmh makan?</span></p>
<p>mmm &#8230; maksud saya menanyakan pergantian uang tiket adalah apakah si cantik ini harus ngeluarin duit 100% lagi untuk pindah ke muji</p>
<p>sms dikiriiiiiiiiiim<br />
sms diterimaaaaa</p>
<p><span style="color: #ff0000;">dia (9/7/2008 19:25:04) : Ga, ganti tiket aja. kykny yg gajah asri pnumpangny ga nyampe kuota minimum.tadi buka dijalan jg,smpe skrg blm brhenti sih,tau nih skrg dimana.yg nyebelin mrk br ngomong klo nyampe kudus,aku dioper ke travel mrk.aku dah jutekin sampe mrk bngung mo ngomong apa.</span></p>
<p>wew &#8230;. saya ga masalah sih kalo dia harus dipindah ke travel, setidaknya lumayan lah daripada harus turun di kudus &#8230; TAPI, kenapa ngomongnya baru di atas bis, ga pas mau berangkat &#8230; jadinya penumpang seperti tidak punya option dalam hal ini.</p>
<p>saya pun tidak membalas dan membiarkan dia menikmati Muji Jaya, saya lupa menanyakan apakah dia naek bis yang toilet tengah atau bukan. FYI, Muji Jaya berada di nomer 3 list saya untuk jalur Pati - Jakarta, setelah Pahala dan Garuda Mas</p>
<p>Pada saat sahur, saya pun menyempatkan diri untuk menelpon si cantik, ingin mendengarkan suara tegasnya dan ingin tahu update kabar dia di atas bis</p>
<p>Dari percakapan telpon tersebut (pukul 02:32), dia ternyata sudah sampai di wilayah semarang dan sudah sahur (wow &#8230; fantastic &#8230; walaupun saya ga nanya dia berangkat jam berapa, tapi setahu saya bis2 jateng yang berangkat isya dari jakarta mungkin baru makan sahur di wilayah Kendal)</p>
<p>she seemed so happy with that speed &#8230; <img src='http://mirza.amran-halim.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> I&#8217;m happy too &#8230; :p</p>
<p>Sehabis saya menuntaskan makan sahur dan menikmati segelas kopi, saya pun sms dia kembali &#8230;</p>
<p><span style="color: #0000ff;">sayah (9/8/2008 03:48:54) : Udh nyampe mana non &#8230; ?</span></p>
<p>sms dikiriiiiiiiiiim<br />
sms diterimaaaaa</p>
<p><span style="color: #ff0000;">dia (9/8/2008 03:52:23) : Kudus, anjrit bgt, aku dinaikin bis surabaya! Untung blm imsyak,masih bisa maki2.</span></p>
<p>waks !!! WTF, WTH, WTapalah itu &#8230; kok gini sih ??? mana janjinya tentang travel ???</p>
<p>saya bukannya ingin menjelekkan PO MUJI JAYA, tetapi kalo sudah kenyataan seperti ini, sepertinya saya harus mencoretnya dari list saya. Untuk yang malas membaca dari atas, komplain si dia dan saya :</p>
<p><strong>1. Kenapa masalah pemindahan di kudus baru dibicarakan di atas bis dan bukan di agen sebelum berangkat. Kalau misalnya di agen, mungkin si dia bisa mengejar bis di Lebak Bulus yang benar2 lewat Pati.<br />
2. Kenapa pada akhirnya di Kudus harus dioper ke bis tujuan surabaya dan bukan travel seperti yang dijanjikan sebelumnya.</strong></p>
<p>Untuk owner/pengelola PO Muji Jaya, pertanyaan saya:</p>
<p><strong>1. Apakah ini SOP dari PO Muji Jaya? Kalo iya, berarti menurut saya ada unsur &#8220;penipuan&#8221; disini. Bus tidak sampai Pati tapi menjual tiket ke Pati.<br />
2. Apakah ini hanyalah tindakan dari oknum kru? Kalo iya, saya kembalikan lagi ke internal PO Muji Jaya untuk permasalahan ini. Kalo ini hanyalah tindakan oknum, saya tidak akan menggeneralisir bahwa seluruh kru maupun SOP PO Muji Jaya adalah seperti ini.</strong></p>
<p>Sekian, Terima Kasih<br />
Kurang lebihnya saya mohon maaf</p>
<p><em>gambar dicomot dari <a title="MPnya cak awan" href="http://sumberkencono.multiply.com/photos/album/169/Muji_Jaya" target="_blank">sini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mirza.amran-halim.org/bus-bismania/ada-apa-dengan-muji-jaya-sebuah-komplain-dari-penumpang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Limit</title>
		<link>http://mirza.amran-halim.org/write/limit/</link>
		<comments>http://mirza.amran-halim.org/write/limit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 17:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mirza Amran Halim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Just Write]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mirza.amran-halim.org/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[

Ternyata aku masih manusia
aku masih punya batas
selama ini aku masih mampu
mampu bertahan dalam arus yang mendera
mampu tetap berdiri sampai disini
bertahun aku tahan
bertahun aku sanggup menghadapi semua makian dan cacian yang datang ke diriku
dan bertahun itu pula lah aku tegar tanpa peduli ada badai yang menerpa
tapi kini
siapakah aku
aku hanya debu yang tak tahu kemana arah hidupku
aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="blank" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/blank.jpg" alt="" width="350" height="467" /></p>
<p><span id="more-50"></span></p>
<p>Ternyata aku masih manusia<br />
aku masih punya batas</p>
<p>selama ini aku masih mampu<br />
mampu bertahan dalam arus yang mendera<br />
mampu tetap berdiri sampai disini</p>
<p>bertahun aku tahan<br />
bertahun aku sanggup menghadapi semua makian dan cacian yang datang ke diriku<br />
dan bertahun itu pula lah aku tegar tanpa peduli ada badai yang menerpa</p>
<p>tapi kini<br />
siapakah aku<br />
aku hanya debu yang tak tahu kemana arah hidupku<br />
aku hanyalah air yang tunduk sepenuhnya pada arus</p>
<p>akankah aku menyerah ?</p>
<p>aku ingin menyerah<br />
tapi untuk menyerah pun aku tak sanggup</p>
<p>aku harus tetap berjalan<br />
berlari malahan</p>
<p>dan aku rela meninggalkan semua<br />
hanya demi satu tujuan<br />
dan tujuan itu sudah nyata di depan</p>
<p>aku butuh teman<br />
teman yang bisa memberi aku arti<br />
yang bisa membuatku merasa nyata<br />
siapapun adanya itu &#8230; aku butuh kamu !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mirza.amran-halim.org/write/limit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Kuliahku</title>
		<link>http://mirza.amran-halim.org/personal/aku-dan-kuliahku/</link>
		<comments>http://mirza.amran-halim.org/personal/aku-dan-kuliahku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 22:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mirza Amran Halim</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Just Write]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mirza.amran-halim.org/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[

Kali ini kita ngobrolin yang lumayan serius. Btw, tahun ini adalah tahun terakhir saya bisa kuliah disini. Kalau tahun depan saya belom sidang, bisa dipastikan saya harus angkat kaki dengan paksa dari sini.
Saya lulus SMA pada tahun 2002 dengan sukses dari sebuah SMA di kota kecil, Pati. SMA dimana saya bersekolah termasuk salah satu sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="DO Or Graduate ?" src="http://i10.photobucket.com/albums/a140/aamblog/Untitled-1copy.jpg" alt="" width="320" height="480" /></p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Kali ini kita ngobrolin yang lumayan serius. Btw, tahun ini adalah tahun terakhir saya bisa kuliah disini. Kalau tahun depan saya belom sidang, bisa dipastikan saya harus angkat kaki dengan paksa dari sini.</p>
<p>Saya lulus SMA pada tahun 2002 dengan sukses dari sebuah SMA di kota kecil, Pati. SMA dimana saya bersekolah termasuk salah satu sekolah favorit di karesidenan Pati. Untuk level kabupaten, pada angkatan saya bisa dikatakan prestasinya masih belum bisa dikejar oleh sekolah lain, terutama untuk persentase kelulusan pada ujian masuk perguruan tinggi negeri. Dari sekitar 360 siswa pada angkatan saya, 280an diantaranya diterima pada berbagai perguruan tinggi negeri. Jumlah tersebut belum termasuk banyak teman saya yang diterima pada beberapa perguruan tinggi kedinasan seperti STAN, STIS, STPDN dan beberapa perguruan tinggi lain.</p>
<p>Seperti sudah menjadi tradisi, setelah menjalani serangkaian ujian akhir untuk menggapai kelulusan, saya mengikuti kegiatan persiapan SPMB pada sebuah bimbingan belajar yang lumayan wahid untuk ukuran saya yang bodoh ini. Betapa tidak, sedikit flashback, pada saat saya melaksanakan EBTANAS, malam hari dimana normalnya para peserta melakukan relaksasi, belajar ataupun melakukan persiapan lainnya, saya malah asyik bermain sebuah game pada komputer tua saya. Tidak mengherankan apabila kemudian hasil EBTANAS saya sangatlah pas pasan. Memang tidak ada batas minimal nilai EBTANAS, tetapi yang lumayan dikhawatirkan oleh orang orang di sekitar saya adalah beberapa jenis ujian masuk perguruan tinggi mensyaratkan adanya nilai rata - rata EBTANAS minimal untuk bisa mengikuti seleksinya.</p>
<p>Pada saat EBTANAS, barulah saya menyadari bahwa sebenarnya saya termasuk orang yang lumayan cerdas. Setiap hari saya selalu latihan dengan ratusan soal soal yang saya punya. Bahkan saya adalah salah satu tempat <em>jujugan</em> teman teman saya satu bimbingan ketika mereka mendapati satu kesulitan.</p>
<p>Bimbingan belajar pun terlewati dengan hasil yang lumayan untuk orang yang mendapatkan nilai hanya <strong>3</strong> untuk mata EBTANAS matematika. Saya pun diterima di 3 dari 4 ujian masuk perguruan tinggi yang saya ikuti. Tiket masuk ke Teknik Informatika UII, D3 Akuntansi STAN, dan Teknik Elektro STT Telkom sudah saya raih. Terdapat suatu kebingungan pada saat itu untuk memilih dimana saya akan melanjutkan proses belajar. Pilihan akhirnya meruncing pada STAN dan STT Telkom, walaupun saya sudah resmi menjadi mahasiswa UII karena saya telah melakukan proses daftar ulang pada kampus tersebut.</p>
<p>Akhirnya pilihan saya berlabuh pada S1 Teknik Elektro STT Telkom walaupun saya sangat mengidamkan untuk masuk ke pilihan pertama saya ketika mengisi formulir pendaftaran, yaitu S1 Teknik Informatika.</p>
<p>Perjalanan yang naik turun telah saya lalui selama 6 tahun saya kuliah disini. Tahap Persiapan Bersama yang memang menjadi salah satu <em>killing field</em> bagi mahasiswa yang kuliah disini juga saya lewati dengan tidak mudah. Ujian khusus harus saya tempuh agar bisa memenuhi persyaratan untuk bisa melanjutkan kuliah. Tahun demi tahun berlalu dan sampailah saya pada saat ini dengan masih mempunyai tanggungan sekitar 30an SKS yang harus saya ambil dalam 2 semester ke depan, termasuk Tugas Akhir.</p>
<p>Untuk setahun kedepan, mungkin saya tidak akan berkonsentrasi pada hal hal di luar kegiatan akademis, walaupun ada beberapa amanah yang harus saya emban dan laksanakan. Amanah dari komunitas penggemar bis, <a title="Bismania" href="http://www.bismania.org" target="_blank">BISMANIA COMMUNITY</a> telah saya terima untuk menjadi koordinator di wilayah Bandung dan sekitarnya. Segera setelah saya dan teman - teman di wilayah ini berhasil merintis kembali keberadaan Bismania di wilayah Bandung, saya akan mengundurkan diri dan mempersilahkan anggota yang lain untuk menggantikan saya.</p>
<p>Masalah cinta, saya juga tidak akan terlalu memikirkan. Kalau bisa saya mendapatkan pasangan, akan saya syukuri, dengan catatan, dia tidak membebani saya. Ketika sudah mulai membebani dan tidak mendorong saya, maaf sebelumnya, harus saya tinggalkan. Pun bila tidak dapat pasangan, saya juga tidak terlampau memikirkan.</p>
<p>Saya saat ini hanya ingin memikirkan masalah kelulusan saya. Keluarga tercinta sudah lama menunggu keberhasilan saya untuk melewati salah satu fase kehidupan saya ini. Setiap saat saya teringat pertanyaan yang diajukan almarhum Bapak sekitar 2 minggu sebelum beliau meninggal. <strong><em>Kapan lulus le? Tahun Ngarep iso gak ?</em></strong> FYI, Bapak saya meninggal pada kuarter terakhir tahun 2005, dan itu berarti 3 tahun yang lalu.</p>
<p>Saya ingin lulus, dan saya yakin saya bisa dan mampu untuk itu. Untuk teman - teman yang saya sayangi, tolong dukung saya untuk ini. Saya sadar saya tidak bisa melakukan ini tanpa dorongan kalian. Tolong ingatkan saya apabila saya sedikit bergeser dari arah yang saya tuju ini.</p>
<p>SAYA BISA !!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mirza.amran-halim.org/personal/aku-dan-kuliahku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
